Kaliini Eduteam akan membahas 20 bangunan bersejarah di Indonesia yang wajib Grameds kunjungi untuk berwisata dan juga memahami sejarah Indonesia. yuk simak ulasannya! 1. Candi Prambanan. Candi Prambanan merupakan salah satu candi yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia terutama di pulau Jawa. Originallyposted on September 8, 2020 @ 6:31 am. Candi merupakan bangunan suci yang digunakan sebagai sarana pemujaan bagi dewa-dewi pada masa Hindu-Budha. Banyak sekali situs peninggalan kerajaan Hindu-Budha dalam bentuk candi yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah Candi Muara Takus yang terletak di kecamatan XII Koto, Kabupaten Kampar, Diperkirakanmakam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab. Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk cash. Kesultanan bentuk peninggalan asli Indonesia yg mirip dgn bangunan candi yakni​bentuk peninggalan orisinil Indonesia yg mirip dgn bangunan candi yaituBagaimana bentuk Candi Borobudur yg pembangunannya diilhami oleh bangunan asli Indonesia?Bagaimanakah bentuk candi-candi di Indonesia yg merupakan perpaduan bentuk candi di India & bangunan orisinil Indonesia ?​Bentuk peninggalan orisinil Indonesia yg mirip dgn bangunan candi yakni…. A. arca B. punden berundak C. dolmen D. Sarkofagus E. pura​ Jawabancandi borobudur, candi prambanan, & candi mendut Penjelasan bentuk peninggalan orisinil Indonesia yg mirip dgn bangunan candi yaitu Punden berundak. Itu peninggalan pada zaman megalithikum Bagaimana bentuk Candi Borobudur yg pembangunannya diilhami oleh bangunan asli Indonesia? Jawaban candi borobudur berbentuk persegi disusun memakai batu andesit yg berupa persegi Bagaimanakah bentuk candi-candi di Indonesia yg merupakan perpaduan bentuk candi di India & bangunan orisinil Indonesia ?​ Jawaban Bentuk-bentuk bangunan candi di Indonesia kebanyakan merupakan bentuk akulturasi antara unsur-unsur budaya Hindu-Buddha yg berasal dr India dgn unsur budaya Indonesia orisinil. Bangunan yg megah, patung-patung perwujudan tuhan atau sang Buddha, serta pecahan-serpihan candi & stupa yakni unsur-unsur dr India. Bentuk peninggalan orisinil Indonesia yg mirip dgn bangunan candi yakni….A. arcaB. punden berundakC. dolmenD. SarkofagusE. pura​ Jawaban Penjelasan alasannya pura bangunannya seperti dgn candi & bentuknya seperti dgn candi prambanan Sumber Gambar Pexels Berikut ini daftar candi Hindu-Buddha di Indonesia terbesar dan terpopuler yang menjadi peninggalan sejarah penting. Saat belajar sejarah Indonesia, Toppers pastinya tahu kalau Indonesia pernah memiliki masa di mana beberapa daerahnya dikuasai oleh kerajaan beragama Hindu atau Buddha. Hasilnya, kerajaan-kerajaan tersebut meninggalkan bukti keberadaan mereka dalam berbagai bentuk. Salah satu dari bukti tersebut adalah sejumlah candi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Sekedar info untuk Toppers, di masa lalu, candi merupakan bangunan yang terbuat dari batu serta difungsikan sebagai tempat pemujaan serta tempat penyimpanan abu jenazah raja atau pendeta Hindu-Buddha. Tentunya candi tidak hanya ditemukan di Pulau Jawa saja, melainkan juga di Pulau Bali hingga Pulau Sumatra. Nah, berbicara candi, dalam pikiran kita mungkin hanya terlintas Candi Borobudur atau Candi Prambanan saja. Padahal, Indonesia juga punya banyak sekali candi-candi Hindu-Buddha lainnya yang tentunya nggak kalah menarik untuk dipelajari. Dari candi-candi ini juga, kita bisa saja mempelajari sejarah baru tentang masa Hindu-Buddha yang belum banyak orang ketahui, lho. Penasaran, kan? Yuk simak daftar candi Hindu-Buddha di Indonesia berikut ini. Candi Hindu di Indonesia 1. Candi Asu Sengi - Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar WisataJateng Candi Asu Sengi bertempat di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang dan berada di lereng Gunung Merapi sebelah barat di tepian Sungai Tlingsin Pabelan. Nama candi ini sebenarnya diberikan oleh masyarakat setempat saat pertama kali ditemukan. Hal ini disebabkan oleh arca Lembu Nandhi yang tampilannya sudah rusak dan malah lebih mirip anjing asu - anjing dalam bahasa Jawa. Pemulihan bangunan candi ini sendiri masih belum selesai karena sempat terjadinya erupsi Gunung Merapi. Di Candi Asu Sengi, selain Toppers bisa menikmati pemandangan candi yang menarik, Toppers juga bisa menyaksikan upacara adat yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat. 2. Candi Umbul - Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar WisataJateng Candi Umbul berlokasi di Dusun Candi Umbul, Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Mataram Hindu pada dinasti Syailendra. Tidak hanya menawarkan suasana yang sejuk dan pemandangan sawah yang indah, Candi Umbul juga memiliki dua kolam berukuran besar dan kecil yang bisa dipakai pengunjung untuk berendam. Baca Juga 20 Alat Musik Ritmis dan Cara Memainkannya 3. Candi Klero - Semarang, Jawa Tengah Sumber gambar WikiMedia Candi Klero merupakan salah satu candi bercorak Hindu yang berlokasi di Ngentak Lor, Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Candi ini berlokasi cukup strategis, yaitu di Jalan Raya Salatiga-Solo dan tidak jauh dari Pasar Tengaran. Meski demikian, candi ini masih tergolong jarang dikunjungi. Meski demikian, Candi Klero masih dirawat dan terjaga dengan baik, serta ukuran candi yang relatif kecil tidak akan membuat pengunjung merasa kelelahan saat menelusurinya. 4. Candi Pringapus - Temanggung, Jawa Tengah Sumber gambar TripTrus Candi Pringapus merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang berlokasi di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Candi ini dapat menjadi spot foto karena lingkungan di sekitar candi yang cantik dan terawat. Pada jam-jam tertentu, Toppers bisa melihat pemandangan gunung dari Candi Pringapus. Tidak hanya itu, warga sekitar juga sering memanfaatkan halaman depan candi untuk upacara adat yang juga bisa disaksikan pengunjung. 5. Candi Ngempon - Semarang, Jawa Tengah Sumber gambar Ardiyanta Candi Ngempon atau yang juga disebut Candi Muncul merupakan salah satu candi peninggalan kerajaan Hindu. Konon katanya, candi ini menjadi pusat penggemblengan untuk melatih orang-orang menjadi para empu atau mpu. Sayangnya, Candi Ngempon masih tergolong sepi pengunjung. Akan tetapi, beberapa pengunjung berlibur ke Candi Ngempon untuk mencoba berendam di Pemandian Air Panas Petirtaan Derekan atau mengambil foto di daerah candi. 6. Candi Prambanan – Sleman, Yogyakarta Sumber gambar Pixabay Dikenal juga dengan nama Candi Roro Jonggrand, kompleks Candi Prambanan adalah kompleks Candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 Masehi. Berdasarkan prasasti Siwagrha, diketahui bahwa candi ini mulai dibangun sekitar tahun 850 masehi oleh Rakai Pikatan, dan terus dikembangkan dan diperluas oleh Balitung Maha Sambu, pada masa kerajaan Medang Mataram. Dari prasasti ini juga diceritakan bahwa Candi Prambanan dibangun sebagai persembahan kepada Trimurti tiga dewa utama dalam Hindu, yakni Brahma, Wisnu, dan Siwa. Sempat terlantar dan kehilangan identitas sejarah, rakyat setempat menciptakan mulai menciptakan legenda asal-mula dari keberadaan candi-candi di komplek ini dan lahirlah legenda rakyat Roro Jongrang. 7. Candi Dieng – Wonosobo, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Berada di pegunungan Dieng, Candi Dieng merupakan Candi Hindu beraliran Siwa yang diperkirakan dibangun pada akhir abad ke-8 hingga awal abad ke-9. Memiliki luas mencapai sekitar x km2, kompleks Candi Dieng dibagi dalam 3 kelompok dan 1 candi yang berdiri sendiri yang namanya diadopsi dari tokoh dalam kisah dalam Kitab Mahabarata, yakni kelompok Arjuna, kelompok Gatotkaca, kelompok Dwarawati dan Candi Bima. 8. Candi Gedong Songo – Semarang, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Ditemukan oleh Raffles pada 1804, Candi Gedong Songo merupakan Candi Hindu peninggalan dari Wangsa Syailendra pada abad ke-9, tepatnya 927 masehi. Kompleks Candi yang terdisi dari 9 Candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini berada di ketinggian sekitar 1200 m di atas permukaan laut. 9. Candi Jago – Malang, Jawa Timur Sumber gambar Wikimedia Berdasar informasi dari kitab Negarakertagama dan Pararaton, Candi Jago memiliki nama asli Jajaghu yang berarti keagungan’ yang pembangunannya dilakukan untuk penghormatan Raja Sri Jaya Wisnuwardhana, Raja Singasari penganut agama Syiwa Buddha, aliran peraduan antara ajaran Hindu dan Buddha. Pada candi yang dibangun menggunakan batuan andesit ini, Toppers bisa menemukan relief-relief Kunjarakarna dan Pancatantra dapat ditemui di candi ini. 10. Candi Arca Gupolo – Sleman, Yogyakarta Sumber gambar Tribunnews Tak seperti candi-candi Hindu sebelumnya, Arca Gupolo merupakan situs peninggalan beraliran Hindu yang terdiri dari kumpulan 7 arca. Nama Gupolo sendiri diberikan oleh penduduk sekitar kepada patung Agastya yang merupakan salah satu arca yang ada dalam situs ini. Di dekat situs ini juga terdapat mata air jernih yang tak pernah kering meski musim kemarau panjang. Baca Juga 17 Contoh Pantun Jenaka dan Maknanya 11. Candi Sukuh – Karanganyar, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Sekilas Candi bercorak Hindu satu ini terlihat seperti Piramid. Selain bentuknya yang unik, candi ini cukup menarik perhatian karena penggambaran alat-alat kelamin manusia secara eksplisit bisa ditemukan pada relief dan arca pada Candi Sukuh. Pada tahun 1995, situs Candi Sukus diusulkan ke UNESCO sebagai salah satu situs warisan dunia. 12. Candi Cetho – Karanganyar, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Candi bercorak Hindu di Indonesia selanjutnya adalah Candi Cetho, yang diduga dibangun pada akhir era kerajaan Majapahit. Kompleks Candi ini nggak hanya menjadi lokasi ziarah umat Hindu tetapi juga menjadi area pemujaan. Para penganut kepercayaan Kejawen juga kerap menjadikan Candi Cetho sebagai lokasi pertapaan. 13. Candi Penataran – Blitar, Jawa Timur Sumber gambar Wikimedia Candi Penataran merupakan kompleks Candi Hindu terbesar di Jawa Timur yang telah ada sejak masa kerajaan Kediri. Menilik informasi dari prasasti Palah, Candi ini diduga dibangun pada 1194 oleh Raja Çrnga Syrenggra yang bergelar Sri Maharaja Sri Sarweqwara Triwikramawataranindita Çrengalancana Digwijayottungadewa dengan nama Candi Palah. Awalnya candi ini juga dibangun sebagai tempat upacara pemujaan untuk menolak mara bahaya dari Gunung Kelud yang kala itu kerap meletus. 14. Candi Cangkuang – Garut, Jawa Barat Sumber gambar Wikimedia Satu-satunya candi yang bisa Toppers temukan di tataran tanah Sunda adalah Candi Cangkuang. Selain arca dewa Siwa yang menunjukkan bahwa Candi ini bercorak Hindu, di komplek Candi juga terdapat makam Arief Muhammad yang dikatakan merupakan leluhur dari penduduk setempat. 15. Candi Gunung Sari – Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Candi beraliran Hindu Siwa ini merupakan tempat ditemukannya prasasti Canggal. Candi Gunung Sari diduga merupakan peninggalan abad ke-6 hingga ke-8 yang membuatnya menjadi candi tertua di tanah Jawa, lebih tua dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan. 16. Candi Gunung Wukir – Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Nama Candi Hindu satu ini diambil dari lokasinya yang berada di Bukit Wukir. Namun, Candi Gunung Wukir juga dikenal dengan nama Candi Cangkal atau Shiwalingga. Candi ini didirikan pada tahun 732 masehi, di masa Raja Sanjaya dari zaman Kerajaan Mataram Kuno. 17. Candi Sambisari – Sleman, Yogyakarta Sumber gambar Wikimedia Didirikan pada abad ke-9 pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, candi ini tak sengaja ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari. Pada saat ditemukan, posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah. Diduga kuat hal ini dikarenakan timbunan lahar dari Gunung Merapi yang meletus ]pada awal abad ke-11 yang bisa terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar Candi Sambisari. Candi Buddha di Indonesia 18. Candi Lumbung - Sleman, Yogyakarta Sumber gambar AlodiaTour Candi Lumbung berlokasi di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Meskipun Candi Lumbung berada di kawasan Candi Prambanan yang bercorak Hindu, Candi Lumbung sebenarnya bercorak Buddha, ya! Saat berkunjung ke Candi Lumbung, Toppers akan dimanjakan dengan pemandangan candi yang masih terawat dengan baik. Lokasinya juga dikelilingi oleh pohon-pohon rindang yang menambah keasrian candi. Tidak hanya itu, Candi Lumbung juga tergolong unik karena bentuknya yang mirip lumbung yang kemudian menjadi nama dari candi ini. 19. Candi Ngawen - Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar WisataJateng Candi Ngawen berlokasi di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Candi ini memiliki lima candi kecil. Bangunan utama candi tidak memiliki dihiasi oleh patung Buddha yang tidak memiliki kepala. Uniknya, 4 sudut bangunan Candi Ngawen ditempati oleh 4 patung singa yang mirip sekali dengan corak Hindu. Akan tetapi, bagian candi yang berupa stupa dan teras berundak merupakan bukti bahwa candi ini bercorak Buddha. 20. Candi Sojiwan - Klaten, Jawa Tengah Sumber gambar NJogja Candi Sojiwan terletak Desa Kebon Dalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Prambanan. Meskipun berlokasi di kawasan Prambanan, Candi Sojiwan masih tergolong sebagai candi bercorak Buddha. Keunikan dari Candi Sojiwan terlihat dari relief bangunannya yang menampilkan cerita binatang. Tidak hanya itu, Candi Sojiwan juga menawarkan spot foto menarik untuk Toppers berfoto kece sendiri atau bersama keluarga. 21. Candi Sanggrahan - Tulungagung, Jawa Timur Sumber gambar Tulungagung Daring Candi Sanggrahan atau yang juga dikenal sebagai Candi Cungkup berlokasi di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Bangunan Candi Sanggrahan memiliki dua tingkat kaki candi yang berbentuk seperti bujur sangkar serta mengarah ke barat. Candi Sanggrahan juga memiliki relief berbentuk kancil bertelinga lebar serta singa yang dipahatkan secara berhadapan sebanyak delapan panil. 22. Candi Batujaya - Karawang, Jawa Barat Sumber gambar Secara administratif, Candi Batujaya bertempat di dua tempat, yaitu di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya dan Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Konon katanya, Candi Batujaya merupakan salah satu candi tertua di Indonesia yang bahkan melebihi umur Candi Borobudur, lho. Candi ini juga berlokasi di tengah persawahan yang sangat asri dan membuat pengunjungnya nyaman saat berlibur ke Candi Batujaya. Kawasan Candi Batujaya memiliki dua candi utama, yaitu Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang berlokasi tidak jauh satu sama lain. 23. Candi Borobudur – Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar Pixabay Membahas Candi bercorak Buddha, tentu daftar ini takkan lengkap tanpa menyebut Candi Borobudur. Terbentuk dari stupa-stupa, Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh penganut Buddha Mahayana. Luas dan kemegahan dari Candi Borobudur menjadikannya sebagai monumen dan kuil Buddha terbesar di Dunia. Hingga kini Candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat melakukan peribadatan umat Buddha, terutama pada saat peringatan hari Trisuci Waisak. 24. Candi Kalasan – Sleman, Yogyakarta Sumber gambar Wikimedia Terdiri dari 52 stupa, Candi Kalasan merupakan Candi bercorak Buddha yang dibangun sebagai penghormatan kepada Bodhisattva wanita, Tarabhawana. Candi ini juga merupakan bukti kependudukan Wangsa Syailendra, penguasa Sriwijaya di Sumatera atas tanah Jawa. Baca Juga 18 Pahlawan Nasional Indonesia Paling Dikenang Sepanjang Masa 25. Candi Mendut – Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Candi Mendut merupakan Candi Buddha yang dibangun pada masa pemerintahan Raja Indra dari Dinasti Syailendra. Di dalam bangunan Candi Mendut, terdapat tiga arca Buddha berukuran besar, yaitu Dhyani Buddha Wairocana dengan sikap tangan mudra dharmacakramudr, dan diapit oleh arca Awalokiteśwara Padmapāņi pada sisi kiri dan arca Wajrapāņi pada sisi kanan. 26. Candi Pawon – Magelang, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Candi Pawon adalah candi bercorak Buddha yang berada di antara Candi Borobudur dan Candi Mendut dan keberadaannya sangat terkait erat. Hal ini bisa dilihat dari posisi geografisnya yang lurus dan juga pahatan relief yang senada. Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra 782 – 812 M, ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Bahkan, menurut sebagian orang, nama “Pawon” bisa jadi berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan abu. 27. Candi Brahu – Mojokerto, Jawa Timur Sumber gambar BPPD Mojokerto Berlokasi di situs Trowulan yang merupakan ibukota Kerajaan Majapahit, Candi Brahu merupakan Candi Buddha yang terbuat dari bata merah. Menilik dari prasasti yang ditulis oleh mpu Sendok, Candi bercorak Buddha ini merupakan tempat pembakaran abu para Raja-raja, meski pada penelitian lebih lanjut tak ditemukan bekas abu mayat dalam bilik Candi ini. 28. Candi Banyunibo – Sleman, Yogyakarta Sumber gambar Wikimedia Dibangun pada abad ke-9 di masa Kerajaan Mataran Kuno, Candi Banyunibo merupakan bangunan suci umat Buddha pada masa itu yang memiliki arti tetesan air. Berdasarkan puing-puing, bisa diduga jika disekitar Candi Banyunibo masih terdapat beberapa candi pendamping lainnya. 29. Candi Muara Takus – Kampar, Riau Sumber gambar Go Sumatra Tak ada yang tahu pasti kapan pastinya kompleks Candi Muara Takus ini dibangun, namun keberadaan Candi ini dipercaya ada pada masa keemasan dari Kerajaan Sriwijaya. Hal ini membuat banyak peneliti menganggap lokasi candi ini sebagai salah satu pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya kala itu. Berbeda dengan kebanyakan Candi Buddha di pulau Jawa yang terbuat dari Andesit, Candi ini terbuat dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. 30. Candi Muaro Jambi – Muaro Jambi, Jambi Sumber gambar Wikimedia Kompleks Candi Muaro Jambi merupakan kompleks Candi Hindu-Buddha yang terbesar di Asia Tenggara, dan dipercaya merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Di dalam kompleks Candi Muaro Jambi terdapat sembilan bangunan yang telah dipugar, dan diluar itu masih banyak potensi bangunan-bangunan kuno lainnya. 31. Candi Bahal – Padang Lawas, Sumatera Utara Sumber gambar Wikimedia Diduga berasal dari abad ke-11, Candi Bahal merupakan Candi Buddha yang juga dikenal dengan nama Biaro Bahal dan Candi Portibi. Kompleks Candi ini merupakan kompleks candi terluas di Sumatera Utara yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Bahal I, Bahal II, dan Bahal III. Kehadiran Candi ini kerap dikaitkan dengan keberadaan dari Kerajaan Pannai. 32. Candi Jabung – Probolinggo, Jawa Timur Sumber gambar Wikimedia Candi Jabung adalah salah satu peninggalan dari Kerajaan Majapahit yang dibangun pada 1354 Masehi. Berdasarkan kitab Pararaton, Candi ini diperkirakan dibangun sebagai makam Bhra Gundul salah seorang keluarga Raja. Candi bercorak Buddha ini identik dengan warna merah karena material utamanya yang merupakan bata merah. 33. Candi Plaosan – Klaten, Jawa Tengah Sumber gambar Wikimedia Candi Plaosan adalah kompleks candi yang terletak di Dukuh Plaosan yang terdiri dari Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Seringkali keberadaan dua Candi utama ini dinamakan sebagai Candi Kembar. Bentuk-bentu stupa serta keberadaan arca Buddha menunjukkan bahwa Candi ini merupakan peninggalan ajaran Buddhisme di Nusantara. 34. Candi Sewu Sumber gambar Flickr Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha terbesar di Indonesia setelah Candi Borobudur. Dibangun pada abad ke-8, usia Candi ini diperkirakan lebih tua dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Nama Candi Sewu sendiri berarti seribu Candi, meski pada kenyataannya hanya ditemukan 249 candi dalam komplek ini. Baca juga 29 Tarian Daerah Terbaik Berikut Gambar, Properti & Maknanya Untuk para petualang, Indonesia memang memiliki banyak sekali obyek menarik yang bisa ditelusuri termasuk berbagai Candi Hindu-Buddha yang nggak cuma memiliki arsitektur menakjubkan, tetapi juga nilai historis dan sakral yang menarik. Jakarta - Salah satu candi peninggalan Kerajaan Majapahit di Karanganyar, Jawa Tengah memiliki bentuk yang cukup mencolok dibandingkan candi-candi lainnya. Itulah Candi Sukuh, yang bangunannya mirip dengan piramida Suku Maya di dalam laman Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Provinsi Jawa Tengah, kompleks Candi Sukuh berada di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Candi ini terletak di lereng barat Gunung Lawu, di ketinggian 910 meter dari permukaan Kepustakaan Candi Perpustakaan Nasional RI, orang yang menemukan Candi Sukuh adalah Johnson, Residen Surakarta pada 1815 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Raffles. Candi ini kemudian diteliti oleh Van der Vlis di tahun Van der Vlis ini kemudian dibukukan dengan judul Prove Eener Beschritjen op Soekoeh en Tjeto. Hoepermans juga melanjutkan penelitian tersebut pada 1864-1867 dan dituliskan ke dalam buku Hindoe Oudheiden van Verbeek di tahun 1889 melakukan inventarisasi terhadap Candi Sukuh. Knebel dan WF. Stutterheim pun melanjutkan penelitian tentang Candi Sukuh ini pada Candi Sukuh Mirip dengan Piramida Suku Maya?Kembali pada BPCB Jawa Tengah, kompleks Candi Sukuh didirikan pada abad 15 Masehi di masa pemerintahan Ratu Suhita yang memimpin Kerajaan Majapahit pada 1429 hingga 1446. Tahun 1359 Saka diperkirakan adalah masa pembangunannya. Candi Sukuh berlatar belakang Hindu sekte candi ini menghadap ke arah barat dengan bangunan yang terdiri dari tiga teras. Tiga tingkatan teras adalah simbolisme tingkatan menuju Candi Perpusnas RI menyebutkan, Candi Sukuh mempunyai struktur bangunan yang berbeda dari candi Hindu pada umumnya di Jawa Tengah. Arsitektur candi tersebut bertolak dari ketentuan dalam kitab pedoman pembuatan bangunan suci Hindu, yaitu Wastu berdasarkan Wastu Widya adalah, candi harus punya denah dasar bujur sangkar dan tempat paling sucinya ada di tengah. Candi Sukuh mempunyai bentuk yang berbeda, diperkirakan karena dibangun saat pengaruh Hindu di Jawa mulai pengaruh Hindu ini diduga membangkitkan kembali elemen-elemen budaya setempat di zaman prasejarah era Megalitikum. Pengaruh era Megalitikum dapat dilihat dari bentuk bangunan Candi Sukuh yang berupa teras punden berundak merupakan karakteristik khas bangunan suci di masa pra-Hindu. Bangunan pra-Hindu juga punya ciri khas lain, yakni tempat paling suci letaknya di posisi paling tinggi dan paling ahli memperkirakan, peninggalan Kerajaan Majapahit ini dibangun dengan tujuan pengruwatan atau menangkal kekuatan buruk yang mempengaruhi kehidupan seseorang karena ciri tertentu yang ada padanya. Perkiraan ini didapat berdasarkan relief yang memuat cerita-cerita ruwat seperti Sudamala dan Garudheya serta arca kura-kura dan garuda. Simak Video "Bermain Air Menikmati Keindahan Air Terjun Grojogan Sewu Karanganyar" [GambasVideo 20detik] nah/lus

bentuk peninggalan asli indonesia yang mirip dengan bangunan candi yaitu